GARDAPOSTSULTRA-KENDARI,16 JULY 2026-Pelataran Tugu MTQ Provinsi Sulawesi Tenggara kini berubah menjadi pusat keramaian yang hangat, berjejer lapak jajanan yang menawarkan beragam kuliner khas daerah maupun hidangan favorit masyarakat, menjadikannya tempat berkumpul yang paling dicari warga setiap harinya.
Sejak sore menjelang malam, barisan pedagang mulai merapikan dagangannya. Aroma harum bumbu rempah, gurihnya olahan laut, hingga manisnya jajanan tradisional berbaur menyambut siapa saja yang melintas.
Di antara jajanan yang paling dicari adalah kaledo, sup daging sapi dengan kuah bening segar yang disajikan bersama nasi jagung; sinonggi, olahan sagu yang kenyal disantap dengan kuah ikan atau daging; serta kapurung, masakan khas yang kaya akan sayuran dan ikan segar.
Tak hanya hidangan berat, pengunjung juga dimanjakan dengan camilan khas seperti dange, kue sagu yang bertekstur renyah dengan berbagai varian rasa; lapa-lapa, kue manis berbahan dasar beras ketan; hingga pisang goreng, ubi rebus, dan es kelapa muda yang segar untuk melepas dahaga.
“Setiap sore saya pasti mampir ke sini bersama keluarga. Selain makanannya enak dan harganya terjangkau, suasananya juga sangat nyaman dan ramah,” warga Kendari yang rutin berkunjung.
Para pedagang juga mengaku senang dengan antusiasme warga. Menurut salah satu pedagang, Ahmad, lokasi ini menjadi tempat yang tepat untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan kuliner Sulawesi Tenggara kepada pengunjung dari luar daerah yang berkunjung ke Tugu MTQ.
Pihak berwenang juga mengimbau kepada seluruh pedagang dan pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan pelataran, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga ketertiban agar suasana tetap aman dan nyaman bagi semua orang.
Bagi warga Kendari maupun wisatawan yang sedang berkunjung, pelataran Tugu MTQ kini bukan sekadar tempat bersejarah, melainkan juga destinasi kuliner yang wajib dikunjungi untuk merasakan kekayaan rasa khas Sulawesi Tenggara.
Wawan








