MENTRI KEBUDAYAAN, HAJI & UMROH AKAN BERKUNJUNG KE BAU-BAU, BESOK 11 JUNI 2026

GARDAPOSTSULTRA-JAKARTA, 10 Juli 2026- Kementerian Kebudayaan bersama Kementerian Haji dan Umroh telah menyelesaikan seluruh rangkaian persiapan menjelang kunjungan kerja resmi yang akan dilaksanakan di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu, 11 Juli 2026 mendatang.

Kunjungan ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam melestarikan kekayaan warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umroh bagi masyarakat wilayah Indonesia bagian timur.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik kedua kementerian menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang sejak dua minggu terakhir. “Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Baubau, instansi terkait daerah, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan,” ujarnya

Rangkaian kegiatan yang disusun meliputi pertemuan koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah, peninjauan langsung ke lokasi-lokasi strategis, serta dialog dengan pemangku kepentingan.

Untuk aspek pelestarian budaya, kedua menteri akan meninjau kondisi Benteng Keraton Buton dan sejumlah situs sejarah lainnya yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Sementara untuk urusan ibadah, akan dilakukan pemeriksaan kesiapan fasilitas di Gedung Pembekalan Jamaah dan titik keberangkatan utama calon jamaah di wilayah tersebut.

“Baubau memiliki peran ganda yang sangat penting: sebagai pusat kekayaan budaya Kesultanan Buton yang mendunia, sekaligus sebagai salah satu gerbang utama keberangkatan jamaah haji dan umroh dari Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Oleh karena itu, kunjungan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah nyata untuk menyatukan program agar keduanya dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya

Pemerintah Kota Baubau juga telah menyatakan kesiapannya menerima rombongan. Wali Kota Baubau menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan data lengkap mengenai perkembangan pelestarian situs budaya, kendala yang dihadapi, serta laporan kinerja layanan jamaah selama ini.
“Kami menyambut baik kunjungan ini dan berharap dapat terjalin kerja sama yang lebih konkret, baik dalam upaya menjaga warisan leluhur maupun memastikan setiap jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman,” katanya.
Seluruh rangkaian persiapan ini ditutup dengan rapat akhir kemarin untuk memastikan tidak ada hal yang terlewat. Kunjungan kerja dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh, dan hasilnya akan disampaikan dalam konferensi pers bersama di akhir kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *