GARDAPOSTSULTRA.COM-KOLAKA UTARA, 15 Juni 2026 -Ribuan warga Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, memadati pusat kota dan masjid-masjid utama untuk merayakan Festival 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1448 H, yang berlangsung meriah dan khidmat sejak Minggu (14/6) hingga Senin (15/6) kemarin.
Pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat bersama-sama menggelar serangkaian acara yang memadukan nilai keagamaan, tradisi lokal, dan kebersamaan warga.
Puncak perayaan berlangsung di Lapangan Merdeka, Lasusua, ibukota kabupaten. Acara dimulai sejak pagi dengan upacara doa bersama, dihadiri Bupati Kolaka Utara, Ketua MUI setempat, serta perwakilan ormas Islam dan elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan momen memperkuat persaudaraan, memperbaiki diri, dan menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah ini.
“1 Muharram adalah awal tahun baru Hijriah, permulaan perjalanan baru bagi kita semua. Di Kolaka Utara, kami menjadikan momen ini sebagai ajang merajut persatuan, menjaga tradisi, dan memperkuat iman.
Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama pembangunan daerah kita,” ujarnya di hadapan ribuan warga.
Berbagai kegiatan dihadirkan untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, antara lain:
- Pawai Obor dan Budaya: Malam hari, ratusan peserta berbaris membawa obor menyala, mengenakan pakaian adat daerah, beriringan membacakan puji-pujian dan doa, menyusuri jalan utama Lasusua hingga kembali ke lapangan. Suasana terlihat meriah namun tetap tenang dan tertib.
- Pengajian Umum dan Ceramah Agama: Diadakan di masjid besar dan panggung utama, menghadirkan ulama dari dalam dan luar daerah, membahas makna tahun baru Islam, sejarah Hijriah, serta nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
- Lomba Tradisional dan Kreativitas: Lomba membaca Al-Qur’an, lomba kaligrafi, serta lomba memasak makanan khas daerah yang disajikan untuk dibagikan secara gratis kepada warga, menjadi daya tarik tersendiri.
- Bakti Sosial dan Berbagi: Panitia membagikan paket sembako, santunan anak yatim, dan pembagian makanan massal, sebagai wujud kepedulian sosial yang menjadi ciri khas perayaan di sini.
Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa tahun ini festival lebih besar dan terorganisir, dengan dukungan penuh pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kami ingin menjadikan Festival 1 Muharram ini sebagai agenda rutin budaya dan agama yang identitas Kolaka Utara, yang tidak hanya meriah tapi juga membawa manfaat nyata bagi warga,” katanya.
Warga pun menyambut antusias. Salah satu warga, Nurhayati (38), mengaku senang karena acara ini mengajak anak-anak lebih dekat dengan agama dan budaya.
“Anak-anak senang ikut pawai, kami juga bisa berkumpul dengan tetangga. Ini momen yang indah untuk keluarga dan kampung halaman,” ujarnya.
Festival 1 Muharram di Kolaka Utara dikenal memiliki ciri khas tersendiri: menggabungkan ajaran Islam dengan nilai-nilai adat setempat, sehingga menjadi simbol kerukunan dan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara.
Kegiatan akan berlanjut hingga tanggal 10 Muharram dengan peringatan Hari Asyura dan kegiatan sosial tambahan.
Pemerintah setempat berharap tradisi ini terus dijaga dan dikembangkan, agar menjadi warisan budaya yang memperkuat jati diri masyarakat Kolaka Utara, sekaligus menjadi daya tarik wisata religi dan budaya di masa mendatang.
Himawan












