Jumlah pembaca: 11
GARDAPOSTSULTRA- KENDARI, 27 Oktober 2026 -Gelaran Lomba Tari Lulo Kreasi Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Kendari resmi dibuka meriah, Selasa pagi, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari. Ajang ini diikuti oleh 45 kelompok penari dari berbagai sekolah, yang menampilkan kekayaan budaya asli Sulawesi Tenggara melalui koreografi yang dikemas dengan gaya kreatif dan segar.

Lomba ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari sebagai bagian dari upaya melestarikan dan memperkenalkan kembali tarian khas masyarakat Buton dan daerah sekitarnya kepada generasi muda. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Tari Lulo bukan sekadar tarian, melainkan warisan leluhur yang sarat makna kebersamaan, kerukunan, dan rasa syukur.

“Melalui lomba ini, kami ingin anak-anak tidak hanya menari dengan indah, tetapi juga memahami makna di setiap gerakannya. Tari Lulo adalah identitas kita, dan kalianlah pewarisnya,” ujarnya di hadapan ratusan peserta, pendamping, dan tamu undangan.
Peserta dibagi menjadi dua kategori: kelompok SD dan kelompok SMP. Setiap tim menampilkan tarian durasi 7–10 menit dengan iringan musik khas yang disesuaikan, serta kostum tradisional yang memancarkan keindahan kain tenun dan busana adat daerah. Para juri menilai dari tiga aspek utama: kesesuaian gerakan dengan karakteristik Tari Lulo, kreativitas koreografi tanpa menghilangkan nilai aslinya, serta ekspresi dan kekompakan tim.
Salah satu peserta dari SMP Negeri 3 Kendari mengaku senang bisa tampil mewakili sekolahnya. “Saya bangga bisa menari Lulo di depan banyak orang. Semoga teman-teman lain juga makin mencintai tarian daerah kita,” ucapnya dengan semangat.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 27–28 Oktober 2026. Pemenang juara I, II, dan III dari masing-masing kategori akan mendapatkan piala bergilir, piagam penghargaan, serta hadiah pembinaan. Pemenang utama akan mewakili Kota Kendari pada ajang Lomba Tari Lulo Kreasi Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara akhir tahun ini.
Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan setiap tahun agar budaya daerah tetap hidup, dikenal, dan dicintai sepenuh hati oleh generasi penerus di bumi Kendari.