Misi dagang menghasilkan kolaborasi dengan nilai 137M 2 pentolan pengusaha Sultra dan jatim

Berita, Daerah, Ekonomi, Umum889 Dilihat

GARDAPOSTSULTRA.COM-KENDARI – Pemerintah Provinsi Jawa (Jatim) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar misi dagang untuk memperkuat sinergi ekonomi antar-daerah.

Acara yang baru berjalan satu hari ini telah mencatat transaksi awal yang signifikan, menunjukkan besarnya potensi kolaborasi antara kedua provinsi.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya komitmen untuk menindaklanjuti potensi bisnis yang ada.

“Yang paling penting, saya sudah selesai. Yang kami perhatikan baik usaha para pengusaha segera menindak lebih cepat dari pemerintah,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka dalam sambutannya, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, saat ini adalah era di mana dunia bisnis mendekati titik untuk berkolaborasi dan bukan lagi hanya berkompetisi.

ditempat yg sama CV ayyash mandiri brand BolunaFOOD juga MOU dengan UD Riki makmur mandiri asal Jawa timur dengan nilai kontrak 137 milliar.

“Kita akan sepakat perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Sulawesi tenggara tentang ekonomi di segala segi, baik makro maupun mikro,” tambahnya, menekankan bahwa MOU ini adalah payung hukum untuk sinergi yang lebih luas.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dan menjelaskan mekanisme Jatim dalam memastikan transaksi yang terjadi dapat ditindaklanjuti secara konkret.

“Maka di setiap misi dagang, kami memiliki desk. Kami menyiapkan GMS untuk bisa memonitor tindak lanjut dari semua transaksi yang terjadi,” jelas Gubernur Khofifah.

 

Desk tindak lanjut ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari kedua provinsi.

Gubernur Khofifah juga menyoroti beberapa sektor spesifik, termasuk penandatanganan Kerja Sama Usaha Bersama (KUB) antara PT Bank Jatim dan PT Bank Sulawesi Tenggara, sebagai wujud komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Selain itu, Jatim menawarkan potensi kerja sama di bidang peternakan, khususnya terkait inseminasi buatan secara kolosal untuk penguatan peternak sapi, serta peluang investasi di sektor perikanan.

“Pertemuan ini adalah cara kita merajut Nusantara. Cara kita melakukan penguatan yang satu dengan yang lain,” tutup Gubernur Khofifah, menegaskan bahwa sinergi adalah kunci untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Kegiatan misi dagang ini akan ditutup secara formal pada sore hari, namun proses negosiasi dan tindak lanjut transaksi diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *