Kabut Asap Menyelimuti Kota Kendari, Warga Diminta Tetap Waspada

Berita, Daerah, Kesehatan, Umum106 Dilihat

GARDAPOSTSULTRA-KENDARI-Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sejak akhir September hingga awal Oktober 2026. Fenomena ini mengurangi jarak pandang di beberapa titik kota dan memicu kewaspadaan pihak berwenang maupun masyarakat terkait kualitas udara.

Penyebab: Gabungan Asap Kiriman dan Titik Panas Lokal

Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari BMKG, sebaran asap terdeteksi tidak hanya berasal dari luar wilayah, tetapi juga kebakaran lahan di sejumlah daerah dalam Sulawesi Tenggara.

 

“Sebaran asap yang terjadi di Sultra bukan hanya disebabkan dari kebakaran lahan dari wilayah Sultra, tetapi juga dari luar wilayah Sultra, yakni dari Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan,” ujar Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Kendari, Faizal Habibie.

Hingga 7 Oktober 2026, BMKG mencatat terdapat 304 titik panas yang terdeteksi di wilayah Sulawesi Tenggara, dengan sebaran di antaranya di Kabupaten Bombana, Konawe, dan Kolaka. Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengingatkan warga agar tidak mengira kabut pagi biasa: “Yang terlihat menyelimuti kota bukan embun pagi, melainkan kabut asap kiriman,” tegasnya.

Dampak Terhadap Kesehatan dan Aktivitas

-Jarak pandang pada dini hari hingga pagi hari dapat turun hingga kurang dari 5 kilometer, mempengaruhi kenyamanan berkendara dan pelayaran di Teluk Kendari.

-Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat berada di kisaran 90–120, masuk kategori sedang hingga tidak sehat, berisiko bagi kelompok rentan.

-Puskesmas melaporkan kenaikan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.

Tindakan Pemerintah dan Imbauan Warga

Dinas Kesehatan Kota Kendari bersama jajaran puskesmas telah membagikan masker gratis di titik-titik strategis seperti Masjid Agung Al-Kautsar, Masjid Al-Alam, pelabuhan, dan persimpangan ramai.
BPBD Kota Kendari mengimbau warga melakukan langkah berikut:
  1. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
  2. Kurangi aktivitas di luar rumah, terutama saat asap pekat
  3. Tutup pintu dan jendela untuk mencegah masuknya udara berasap
  4. Perbanyak minum air putih untuk menjaga daya tahan tubuh
  5. Segera berobat ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk, sesak napas, atau iritasi mata

Perkembangan Terkini: Potensi Asap Mulai Menurun

Per 9–11 Oktober 2026, BMKG melaporkan arah angin mulai berubah membelok ke perairan utara Papua, sehingga potensi masuknya asap ke wilayah Sulawesi Tenggara semakin berkurang. Meski demikian, warga tetap diingatkan untuk waspada, terutama pada pagi hari saat sisa asap masih bisa muncul tipis.

Pemerintah Kota Kendari mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut menjaga kualitas udara dengan tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan secara liar, agar udara Kota Kendari kembali bersih dan sehat secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *